March 30, 2008
macho Hari ini saya mendapatkan email berisi polling dari salah satu teman saya. Isinya cukup bikin saya berpikir agak lama. Disana saya disuruh memilih kira kira tipe pria bertubuh apa yang bisa membangkitkan hasrat seksual saya? Pilihannya adalah pria yang bertubuh kurus, pria yang bertubuh proposional,pria bertubuh proposional dengan otot di tangan dan dada (walau tidak begitu kekar) atau pria yang benar benar kekar dan macho seperti binaragawan.
Wah! Diberi pilihan seperti itu sebenarnya cukup sulit untuk saya. Karena untuk membangkitkan hasrat seksual, saya menyukai pria yang bertubuh proposional yang atletis. Saya tidak terlalu menyukai pria dengan tubuh benar benar kekar, karena melihat tubuh seperti binaragawan hanya membuat saya ngeri saja. Walau saya menyukai pria dengan tubuh atletis tapi pada kenyataannya suami saya bertubuh kurus dan saya tetap sangat menikmati ketika bermesraan dan berhubungan intim dengannya. Selera setiap wanita berbeda beda bukan?
Bagaimana dengan anda? Tipe pria yang bertubuh seperti apa yang anda suka? Semua orang, tidak hanya laki atau perempuan pasti memiliki fantasi tentang tubuh pasangan yang paling ideal yang dapat membuatnya bergairah. Ayo, ceritakan sosok fantasi anda disini, siapa tahu hal itu bisa jadi penyemangat pasangan anda untuk menjadi sosok ideal sesuai keinginan anda. Kalau belum kesampaian? Yaaaaa, namanya juga fantasi*** (dms)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Oral seks adalah suatu bentuk pemanjaan diri dalam dunia sex, apalagi untuk para suami.
Salah seorang teman saya mengadu tidak pernah ‘dioral’ oleh istrinya.
Padahal dia melakukan apa saja yang bisa membuat istrinya merasa dimanjakan soal sex. Dibanding suasana sex mereka menjadi jelek akhirnya teman saya mengalah dan memendam keinginannya.
Katanya (katanya loh…) wanita Indonesia itu pasif dalam urusan sex, senang dioral dan dimanjakan dengan ciuman ciuman dan sentuhan dibandingkan bermain ‘to the point’.
Memang sih, ada juga teman saya yang wanita mengungkapkan kalau dia memang enggan jika harus melakukan oral sex untuk suaminya.
Buatnya hal itu menjijikan, tidak hygenis dan kurang membuatnya nyaman (walaupun ia tidak pernah menolak jika suaminya memberikan ‘servise’ oral sex) dan ia mau melakukannya jika sang suami menggunakan kondom!(wah, kalau menggunakan kondom buat saya malah kurang nyaman…)
Buat saya pribadi tidak masalah untuk melakukan oral sex untuk suami saya, malah saya kurang nyaman jika ia yg meng-oral saya.
Buat saya saat mengoral suami saya adalah “permainan yang menyenangkan dan menggemaskan”hehehehe, soal hygenis tentu saja kita tetap bisa menjaganya dengan membersihkan organ intim terlebih dahulu.
Dan yang terpenting dari semua itu adalah komunikasi antar pasangan sehingga mengetahui apa yang diinginkan oleh pasangan masing masing.
Bukankah hubungan sex akan terasa dan tercipta menjadi ‘luar biasa’ jika pasangan tahu apa yang diinginkan dan diciptakan dalam suasana intim tersebut dan bisa bekerja sama untuk menciptakannya.
Bagaimana dengan anda? Suka meng-oral? Di-oral? Atau tidak keduanya? Mari berbagi cerita bersama kami disini.Siapa tahu cerita, saran dan tips dari anda bisa membantu pasangan lain menemukan kehangatan dalam hubungan sex mereka.(dms)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Ada sedikit pengalaman menarik tentang Mama sewaktu saya masih lajang dulu. Dulu saya pikir sikap hematnya malah cenderung pelit. Berbagai pertanyaan datang dibenak saya kalau acara menasehati mama soal hemat kambuh. Kenapa sih mama sukanya hal yang gak praktis praktis aja?
Ternyata, ketika saya sekarang sudah berumah tangga dan menjadi orang tua dan tinggal disebuah lingkungan, sikap mama adalah sikap yang patut dicontoh. Dengan gaya hidupnya yang sederhana dan pola pikirnya yang juga sederhana, sikap hematnya ternyata membuatnya menjadi contoh ‘pecinta lingkungan hidup’.
Andai semua orang modern bersikap seperti mama, pasti global warming dan kerusakan lingkungan akan semakin terminimalisir dan yang jelas hemat.
Contohnya, dulu mama lebih suka untuk memasang kawat nyamuk dijendela, menjaga rumah untuk selalu bersih, untuk menjadikan rumah tanpa nyamuk. Jika ada nyamuk yang berseliweran ia lebih suka mengambil tutup panci dan mengolesinya dengan minyak kelapa dan menangkap nyamuk yang sesekali lewat dibandingkan memasang atau menyemprotkan obat nyamuk. Karena menghindari bahan kimianya? Bukan. Karena obat nyamuk hanya bikin pernafasannya sesak saja…hehehhee.
Kalau saya lebih suka langsung beli buku masakan, mama lebih suka membuat kliping resep dari Koran dan majalah yang tidak terpakai.
Kalau saya memasang banyak AC dirumah agar membuat rumah lebih sejuk, sedangkan mama lebih suka membangun rumah dengan atap tinggi, jendela yang besar dan ventilasi yang banyak serta menanam tumbuhan.
Kalau di gudang rumah saya penuh dengan barang barang yg tidak terpakai, di gudang rumah mama sedikit dengan barang barang yang tidak terpakai dan sudah ia jual kembali.
Jika saya lebih suka membeli pembersih furniture, mama lebih suka menggunakan kemiri untuk membuat furniture kayunya lebih mengkilap.
Jika ditempat sampah saya penuh dengan tissue bekas, mama lebih suka menggunakan saputangan. Dan masih banyak lagi sikap hemat mama yang bisa dianggap tips mengurangi global warming dan kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.
Ia melakukan semua itu hanya karena berpikir hemat. Jika diikuti dampaknya akan luar biasa.
Satu pesan yang selalu saya ingat dari mama “semua hal hasilnya akan sangat baik jika kita selalu meluangkan waktu dan tenaga untuk melakukannya sendiri.”
Akh, mulai hari ini saya mau mencoba lebih perhatian lagi untuk urusan rumah tangga. Karena dampaknya tak hanya untuk keluarga tapi juga untuk semua hal, seperti mama.love you mom. (dms)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Mom’s dengan musim hujan yang tidak beraturan seperti saat ini membuat kewaspadaan kita terhadap demam berdarah harus meningkat 2 kali lipat. Tak hanya cemas akan nyamuk yang membawa virus tersebut, tapi juga musti hati hati dengan orang orang yang menawarkan fogging kerumah rumah dengan cairan fogging palsu yang bisa membahayakan kesehatan. Yang ada bukannya bebas dari nyamuk tapi malah terkena penyakit.
Jadi ingat ya mom’s, sebenarnya cara terampuh untuk terhindar dari demam berdarah adalah rumah yang bersih dan sehat, selalu keringkan toilet dirumah anda karena bisa menjadi sarang nyamuk, bersihkan lingkungan dari sampah sampah dan tutup tempat penyimpanan air anda. Gunakan Abate jika perlu untuk membuat jentik nyamuk mati.
Bila ingin melakukan fogging atau pengasapan lebih baik meminta pihak puskesmas atau departemen kesehatan dilingkungan rumah Mom’s untuk melakukannya, ini untuk menghindari pengasapan palsu oleh oknum.
Jika bagian dari keluarga anda mengalami panas tinggi segera bawa kedokter, jangan tunda untuk melakukan test darah untuk segera mengetahui apakah keluarga anda terkena demam berdarah atau tidak.
Dimulai dari diri kita, untuk kita dan bagi keluarga kita. Yuk berantas demam berdarah.(dms)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Hemat energi di rumah bukan hanya masalah penghematan dalam pengeluaran rumah tangga. Berhemat energi berarti kita memperpanjang usia bumi dimana kita hidup, karena itu berhemat energilah mulai dari sekarang dari rumah anda dimana anda tinggal.
Salah satu ‘energi’ yang harus kita hemat adalah listrik. Mengapa? Karena listrik yang mensuplai rumah kita sebagian besar berasal dari pembangkit listrik yang mempergunakan bahan tambang yang tak dapat diperbarui, sebutlah batubara dan minyak diesel. Bahan tambang yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik selain akan habis juga menghasilkan karbondioksida (gas) dari hasil pembakarannya. Gas yang dihasilkan inilah yang akan membuat efek gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global yang pada akhirnya menimbulkan perubahan iklim. (see:climatechange)
Pemanasan global menyebabkan es mencair di daerah kutub, menyebabkan cuaca yang tidak menentu dihampir semua wilayah (negara). Walaupun secara tak langsung salah satunya yang menyebabkan banjir dimana-mana di wilayah negara kita. Lantas apa yang dapat kita lakukan? Kita sebenarnya dapat merencanakan penghematan energi mulai dari perencanaan dalam pembangunan rumah, mulai dari perletakan bukaan (jendela dan pintu), lubang-lubang ventilasi, penggunaan bahan bangunan, bentuk bangunan, bentuk atap dan lainnya. Selain itu pendidikan mengenai lingkungan merupakan dasar dari kita bertindak selain juga mendisiplinkan diri terhadap kegiatan-kegiatan yang menuju penghematan energi.
Misalnya mematikan alat-alat listrik rumah tangga yang tidak diperlukan, mematikan lampu, kipas angin, atau televisi jika memang tidak digunakan. Mengganti lampu-lampu dengan yang hemat energi, membuat persediaan air panas dalam botol tahan panas (termos) sehingga tidak perlu setiap waktu memasak air, maksimalkan kegunaan bukaan (jendela) dan ventilasi sehingga kita tidak perlu menyalakan AC atau kipas angin, gunakan juga bahan pakaian yang tidak menyerap panas berlebihan dan masih banyak contoh kegiatan penghematan energi sehari-hari lainnya.
Akhir kata dapat kami sampaikan, penghematan energi terutama listrik bisa dimulai dari diri kita di rumah kita sendiri. Jika kita mulai sejak dini mendisiplinkan diri sendiri untuk selalu berhemat energi dan selalu berpikir jauh kedepan maka saya percaya bumi kita ini akan hidup lebih lama lagi, kerusakan dapat diperkecil bahkan diperbaiki. Karena itu marilah kita selalu berprinsip “Think Globally Do Locally” (B)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Haduh, rasanya kesal deh, ketika salah satu sembako seperti minyak goreng naik harga, semua kebutuhan rumah tangga juga ikutan naik, kecuali beras (wah jangan sampai naik lagi). Belum lagi harga susu untuk si kecil yang juga ikut ikutan naik. Awalnya sih saya mulai ribet saat menghitung pengeluaran semakin besar, tapi celetukan suami saya membuat saya tersadar…
“udah, gak ngeluh minyak goreng naik, malah bagus, bangsa ini jadi sehat, karena mengurangi makanan berminyak jadi lebih banyak makan makanan yang direbus, di kukus dan lain lain yang tanpa menggunakan minyak” heheheh…betul juga sih.
Ya sudah, sekalian mo ngetest suami, saya buat deh menu sehat dirumah yang penuh sayur dengan sedikit daging (sekalian diet…)
Eh, dia nyeletuk lagi…
“waduh, aku kaya kambing…dikasih makannya sayur semua…” hahahahah, bercanda sih, untungnya suami saya memang suka sayur, dan dengan makan banyak sayuran seperti itu kami jadi bisa lebih banyak waktu untuk mengenalkan sayur pada anak.
Semua kejadian pasti ada hikmahnya. Sama, seperti kisah minyak goreng yang satu ini.*Mira
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Masih ingat dengan temuan Roy Suryo tentang lagu Indonesia Raya yang terdiri dari 3 bagian dan bukan hanya satu bagian seperti yang biasa kita nyanyikan?
Saat mendengar hal itu, suami saya langsung ‘searching’ di Internet dan men’ download’nya. Soalnya kita semua penasaran seperti apa sih ‘sambungan’ lagu Indonesia raya yang sebenarnya itu. Dan berhasil!
Setelah selesai di download, kami menyaksikan bersama video hitam putih yang berisi potongan potongan gambar saat para Pahlawan Indonesia memperjuangkan tanah airnya. Wah terus terang saya jadi merasa terharu sekali. Rasanya sudah lama tidak ada yang ‘menyentil’ perasaan nasionalis saya.
Saya ingat, dulu menyanyikan lagu ini adalah bagian dari upacara di sekolah setiap hari senin atau hari hari penting lainnya.Dulu buat saya pelajaran PMP itu tidak penting dan membosankan, dan sekarang baru terasa manfaatnya untuk membangkitkan rasa nasionalis terhadap bangsa dan Negara. Sekarang masih ada gak ya pelajaran tersebut?
Sepertinya rasa nasionalis ini harus dibangkitkan kembali untuk seluruh warga Negara Indonesia. Karena sudah terlalu lama warga Indonesia menaruh curiga, merasa tidak percaya dan malas berhubungan dengan hal kebangsaan. Warga Negara Indonesia sudah terlalu kecewa dengan sikap nasionalis yang dibalut dengan kepentingan politik. Saya sudah berniat dan bertekad untuk mengajak si kecil sering sering mengunjungi Musium dan tempat tempat bersejarah lainnya atau mengajarkan nama patung patung yang ada disekeliling kota Jakarta dan mengenalkannnya pada cerita cerita sejarah pahlawan Indonesia. Agar ia tahu bahwa dulu bahwa Indonesia sebenarnya adalah Negara yang hebat, kuat dengan pemimpin yang tangguh. Dan semoga saja di generasi yang akan datang sikap itu akan kembali di contoh dan benar benar membentuk Indonesia yang hebat, kuat dan tangguh tanpa korupsi dan kelicikan lainnya. Amin.*Mamanya Reza
Punya pengalaman atau inspirasi tentang kehidupan sehari hari, yuk berbagi di sini di berbagi cerita ibudananak.com
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
Tahukah anda kalau anak anak di Indonesia lebih doyan main games dari pada baca buku? Wah, benar benar hasil survey yang bikin panas telinga orang tua. Jika anak anda adalah salah satunya, lebih baik saat ini Mom’s harus lebih meluangkan waktunya untuk buah hati.
Ayolah Mom’s masa depan anak anak kita ada ditangan kita saat ini. Perilaku yang ia lakukan sekarang akan menjadi kebiasaan dan karakternya saat mereka dewasa nanti. Membiarkan si kecil sibuk dengan mainan games sepanjang hati hanya akan membuatnya autis, tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya dan sibuk dengan dunianya sendiri.
Sudah saatnya kita lebih perhatian dengan tumbuh kembang anak, sisihkan waktu yuk untuk si kecil dan tunjukan padanya dengan membaca ia bisa melihat dunia, mengenal apa saja dan melihat hal hal terindah.
Ajarkan padanya membaca itu adalah hal yang paling menyenangkan, tidak membosankan dan membuatnya mengantuk. Tunjukan caranya pada si kecil, untuk mengetahui segala sesuatu rasa penasarannya dengan buku dan lingkungannya.
Masa depan mereka ada ditangan kita, jangan pernah sia-siakan kesempatan itu karena semua ini bekal kehidupannya nanti.(D)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*
March 29, 2008
Saya baru baca di detik.com tentang ratusan anak di Guizhou Cina yang belajar di dalam Gua. Guanya tetap disusun dengan meja dan kursi. Betapa hebatnya keinginan anak-anak itu untuk tetap bersekolah.
Gimana nih dengan sekolah anak-anak Indonesia? Yang saya baca hanyalah beberapa sekolah ambruk dan tentang sumbangan sumbangan sekolah dari luar negeri yang bernuansa politik.
Miris dan sangat menyedihkan…
Seharusnya semakin tua umur bangsa ini, pendidikannya harus semakin layak. Ini malah sebaliknya.
Tak banyak orang orang yang dapat dipercaya untuk mengurus pendidikan dan memperhatikan nasib anak bangsa Indonesia.
Saya seorang Mom’s dengan seorang putri yang masih balita. Dan merasa sedikit kaget saat saya mengetahui disaat anak saya seharusnya masih didalam dunia bermain sepuasnya, dia harus belajar membaca dan berhitung sampai lancar karena tuntutan masuk sekolah SD yang setiap siswanya memiliki sertikat bahwa ia sudah bisa membaca dan menulis.
Kurikulum yang gila!
Aneh buat saya jika mereka berpikir kalau kepandaian seorang anak hanya dilihat dari sisi akademik saja. Ini hanya membuat anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang jago berteori tanpa tahu solusi. Akh, tapi saya masih sangat beruntung dan bersyukur masih bisa menyekolahkan anak saya ditempat yang laya dibandingkan anak anak lain yang harus terluka karena tertimpa atap sekolahnya yang ambruk atau tidak bisa beli buku karena harganya kemahalan dan harus kena tegur guru setiap harinya atau tidak bisa sekolah sama sekali karena harus mengamen dipinggir jalan untuk menyambung hidup.
Saya selalu berdoa, semoga saya bisa terus membesarkan anak saya dengan seluruh kemampuan terbaik yang saya miliki,melindunginya dari kejamnya dunia sehingga ia bisa tumbuh besar menjadi orang yang kuat dan bisa melindungi sesama yang lemah dan berguna bagi lingkungannya. Dan saya yakin tak hanya saya yang mendoakan hal ini, tapi semua ibu-ibu di Indonesia, sehingga Negara ini akan menjadi lebih baik suatu saat nanti. Amin.(D)
*artikel yang termuat disini merupakan bagian dari ibudananak.com. Silahkan kunjungi www.ibudananak.com untuk informasi yang lebih lengkap. ibudananak.com untuk ibu moderen yang bijaksana, tempat mencari dan berbagi informasi, cerita dan keceriaan.*